Gejala dan Tes Kesehatan Mendeteksi Sakit Jantung

Sakit jantung merupakan kondisi ketika aliran darah kaya oksigen terhambat ke otot jantung. Hal ini menyebabkan jantung tidak mendapatkan asupan oksigen.

Apabila kondisi ini tidak segera pulih, bagian otot jantung akan mulai mati. Apabila tidak ditangani dengan cepat, sakit jantung akan berakibat fatal.

Tanda-tanda Penyakit Jantung

Gejala paling umum sakit jantung ialah dada nyeri, seolah-olah tertimpa benda berat. Ada juga rasa nyeri yang membuat penderitanya seolah diremas atau ditekan.

Selain dada, rasa sakit juga bisa dialami pada rahang, pundak, dan lengan, terutama lengan kiri. Selain itu, ada juga beberapa tanda-tanda lain seperti:

  1. Sakit kepala
  2. Mudah merasa lelah
  3. Berkeringat
  4. Napas pendek
  5. Tekanan jantung yang cepat atau tidak beraturan
  6. Mual
  7. Rasa cemas berlebih
  8. Gangguan pencernaan
  9. Pembengkakan pada beberapa bagian tubuh

Rangkaian Tes Kesehatan Jantung

Untuk mendeteksi adanya penyakit jantung, ada serangkaian tes yang perlu dilakukan, yakni:

1. Tes Darah

Terdapat dua jenis tes darah yang dilakukan, yakni tes kadar kolesterol dan pemeriksaan enzim jantung. Untuk tes kolesterol, pasien harus berpuasa minimal 12 jam.

Sementara pemeriksaan enzim jantung dilakukan untuk melihat apakah ada kerusakan pada otot jantung.

2. Elektrokardiogram (EKG)

Elektrokardiogram (EKG) dapat memeriksa aktivitas listrik otot jantung. Namun, pemeriksaan ini belum menunjukkan hasil yang akurat.

Biasanya, hasil EKG yang tidak normal menandakan otot jantung tidak menerima oksigen yang cukup.

3. Ekokardiogram

Pemeriksaan yang mirip seperti USG ini berfungsi melihat struktur, ketebalan, dan gerak setiap denyut jantung.

Selain itu, ekokardiogram juga bisa membentuk gambar jantung pasien secara detail. Tingkat kinerja jantung juga bisa dilihat melalui tes ini.

4. Pemeriksaan X-Ray

X-ray digunakan untuk melihat kondisi umum pada jantung, paru-paru, dan dinding dada.

Pemeriksaan ini bisa melihat apabila terjadi pembesaran jantung ataupun penumpukan cairan paru-paru.

 Angiografi Koroner atau Kateterisasi Jantung

Tes ini bertujuan untuk memeriksa dimana letak penyempitan pembuluh darah. Selain itu, tingkat keparahannya juga bisa dideteksi.

CT dan MRI scan

Untuk melihat kondisi jantung lebih detail, CT dan MRI scan dapat dilakukan. Tes ini akan menampilkan struktur jantung yang tidak terlihat pada pemeriksaan X-ray.

 

Leave a Reply